Tugas Kedua
- Perbedaan antara Psikoterapi dan Konseling
Blocher (1966) mengemukakan ciri cirinya untuk membedakan
antara konseling dan psikoterapi sebagai berikut:
- · Klien yang menjalani konseling tidak digolongkan sebagai penderita penyakit jiwa, tetapi dipandang sebagai seseorang yang mampu memilih tujuannya, membuat keputusan, dan secara umum bisa bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri dan terhadap hari depannya.
- · Konseling dipusatkan pada keadaan yang sekarang dan yang akan datang
- · Klien adalah klien dan bukan pasien. Konselor bukanlah tokoh otoriter namun adalah seorang “pendidik” dari klien dalam melangkah bersama untuk mencapai tujuan\
- · Konseling ditandai oleh jangka waktu yang lebih singkat , lebih banyak melakukan evaluasi psikologis, lebih menekankan pada situasi yang riil, lebih kognitif dan berkurang itensitas emosi
- · Konseling bertujuan membantu seseorang dalam menghadapi tugas-tugas perkembangan agar bisa berlangsung lancar. Misalnya, remaja yang dibantu menghadapi masalah mengenai kehidupan kebebasan yang dituntut dari orang tua, atau masalah pekerjaan yang sabaiknya diambil. Sedangkan psikoterapi bertujuan untuk menangani penyimpanan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya. Singkatnya, psikoterapi berhubungan dengan tujuan penyembuhan.
Perbedaan konseling dan psikoterapi
disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Pattersone (1973) Dikutip oleh Thompson dan
Rudolph (1983)
|
Konseling
untuk
|
Psikoterapi
untuk
|
|
1.
Klien
|
1.
Pasien
|
|
2.
Gangguan yang kurang
|
2.
Gangguan yang serius
|
|
3.
Masalah jabatan, pendidikan,
|
3.
Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan.
|
|
4.
Berhubungan dengan pencegahan
|
4.
Berhubungan dengan penyembuhan.
|
|
5.
Lingkungan pendidikan dan non medis
|
5.
Lingkungan medis
|
|
6.
Berhubungan dengan kesadaran
|
6.
Berhubungan dengan ketidaksadaran
|
|
7.
Metode pendidikan
|
7.
Metode penyembuhan
|
2.Bentuk-bentuk utama dari terapi
Berdasarkan tujuan dan pendekatan
metodis, Wolberg membagi perawatan psikoterapi menjadi tiga (3) tipe, yaitu :
Penyembuhan Supportif (Supportive
Therapy)
Merupakan perawatan dalam
psikoterapi yang mempunyai tujuan untuk :
a.Memperkuat benteng pertahanan
(harga diri atau kepribadian)
b.Memperluas mekanisme pengarahan
dan pengendalian emosi atau kepribadian
c.Pengembalian pada penyesuaian diri
yang seimbang.
Penyembuhan supportif ini dapat
menggunakan beberapa metode dan teknik pendekatan, diantaranya :
- · Bimbingan (Guidance)
- · Mengubah lingkungan (Environmental Manipulation)
- · Pengutaraan dan penyaluran arah minat
- · Tekanan dan pemaksaan
- · Penebalan perasaan (Desensitization)
- · Penyaluran emosional
- · Sugesti
· Penyembuhan inspirasi berkelompok
(Inspirational Group Therapy)
Penyembuhan Redukatif (Reeducative
Therapy)
Suatu metode pnyembuhan yang
mempunyai bertujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, perubahan atau
modifikasi sasaran/tujuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi. Adapun
metode yang dapat digunakan antara lain
a. Penyembuhan sikap (attitude
therapy)
b. Wawancara (interview
psychtherapy)
c. Penyembuhan terarah
(directive therapy)
d. Psikodrama, dll
Penyembuhan Rekonstruktif
(Reconstructive Therapy)
Penyembuhan rekonstruktif mempunyai
tujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar
terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan pertunbuhan kepribadian
dengan mengembangkan potensi. Metode dan teknik pendekatannya antara lain :
a. Psikoanalisis
b. Pendekatan transaksional
(transactional therapy)
c. Penyembuhan analitik berkelompok
Teknik Terapi dalam berbagai
pandangan Psikologi :
- Teknik Terapi Psikoanalisa: teknik ini menekaknkan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id.
- Teknik Terapi Perilaku: Teknik ini menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu
- Teknik Terapi Kognitif Perilaku: tenik ini memodifikasi perilaku individu dan mengubah keyakinan maladaptif
- Teknik Terapi Humanistik: Teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal
- Teknik Terapi Elektrik atau Integratif: Terapis mengkhususkan diri dalam masalah spesifik
- Teknik Terapi Kelompok dan Keluarga: teknik yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa.
Sumber:
http://books.google.co.id/books. Konseling dan
psikoterapi, Dr.Singgih D. Gunarsa. Seri psikologi. Diakses tanggal
21/03/201
Singgih,
Gunarsa. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : BPK Gunung Mulia.
Corey,
Gerald. (2009). Teori Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Refika Aditama.
Singgih,
Gunarsa. (2004). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : BPK Gunung Mulia.