Tugas Pertemuan Kedua :
- Mencari tokoh yang
berbakat dan kreatif, kaitkan dengan teori psikologi.
BIODATA LENGKAP B.J HABIBIE
Nama : Prof. DR (HC). Ing. Dr.
Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
Lahir :
25 Juni 1936, Parepare, Sulawesi Selatan
Agama : Islam
Orang Tua : Alwi Abdul Jalil Habibie (Ayah), RA.
Tuti Marini Puspowardojo (Ibu).
Saudara Kandung :
·
Junus Effendi Habibie
·
Alwini Karsum Habibie
·
Satoto Mohammad Duhri Habibie
·
Sri Sulaksmi Habibie
·
Sri Rahayu Fatima Habibie
·
Sri Rejeki Habibie
·
Ali Buntarman
·
Suyatim Abdurrahman Habibie
Istri : Hasri Ainun Besari Habibie
Anak : Ilham Akbar, Thareq Kemal
Riwayat Pendidikan :
·
SD Pare-Pare
·
SMP 5 Bandung
·
Gouvernments Middlebare School (SMAK Dago Bandung)
·
Institut teknologi Bandung
·
Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen
Riwayat Pekerjaan :
·
Insinyur Waggonfabrik Talbot, Aachen, jerman
·
Wakil Presiden Teknologi di Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB)
Hamburg,
Jerman
·
Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
·
Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
·
Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
·
Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
·
Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip
Batam.
·
Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan
·
Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
·
Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
·
Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
·
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
·
Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
·
Wakil Presiden Republik Indonesia
·
Presiden Republik Indonesia.
Itulah sekelumit kisah
tentang profil, biodata serta biografi B.J
Habibie, banyak hal menarik dan inspiratif yang bisa dipetik dari kisah
perjuangan beliau bersama dengan istrinya, Nyonya Ainun Habibie. Semoga artikel
ini bisa bermanfaat dan berguna bagi pembaca biografiku.com sekalian.
Berikut Daftar Biografi atau Profil Presiden yang pernah memimpin
Indonesia :
Indonesia
Biografi B.J Habibie - Banyak orang
mencari mengenai kisah, profil atau biografi singkat
B.J Habibie. Beliau adalah salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan
bagi banyak orang di Indonesia, selain dikenal sebagai orang paling cerdas di
Indonesia, ia juga dikenal sebagai presiden ketiga Republik Indonesia. Nama
lengkapnya adalah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf
Habibie. Ia dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25
Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi
Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah
dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang
putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama
saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada
prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya
kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih
menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal
dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang
shalat Isya. Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah
dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya,
ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie. Karena
kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare
School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam
pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.
Masuk ITB dan Kuliah di Jerman
Karena kecerdasannya,
Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut
Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan
beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di
Jerman, karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang
berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara dikala
Indonesia pada waktu itu masih berkembang. Pada waktu itu pemerintah Indonesia
dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk
bersekolah di luar negeri menimba ilmu disana. Habibie adalah rombongan kedua
diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara.
Habibie kemudian memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi
Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule
(RWTH). Pendidikan yang ditempuah Habibie diluar negeri bukanlah pendidikan
kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal
Habibie hanya tertarik dengan ‘how to build commercial
aircraft’ bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno ketika
itu. Dari situlah muncul perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah
satunya adalah IPTN. Ketika sampai di Jerman, Habibie sudah bertekad untuk
sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya
yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian,
pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana
diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau
swasta dari pada teman-temannya yang lain. Musim liburan bukan liburan bagi
beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang
untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali
belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak
menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan
uang tanpa mengikuti ujian.
|
|
B.J
Habibie ketika Memberikan Ceramah
|
|
Beliau mendapat gelar
Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat
Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau
mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api
Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume
besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot
membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba
mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia
terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Setelah itu beliau kemudian
melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet
Fuer Maschinenwesen Aachen kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan
Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di
pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya
yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari
dan belajar untuk kuliahnya. Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus
mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menghemat kebutuhan
hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan
penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari
Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen.
Rumus Faktor Habibie
Rumus yang di temukan
oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie"
karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke
atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor
kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Dari tempat yang sama
tahun 1965. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui
lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und
Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis)
dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara
itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner
Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri,
Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB),
Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.
|
|
B.J
Habibie dan Nyonya Ainun Habibie
|
Langkah-langkah
Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit
pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi
Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu
menjadi berita.
Habibie hanya setahun
kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi
pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di
industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi
panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.
B.J Habibie Kembali Ke
Indonesia dan Membuat Pesawat Buatan Indonesia Pertama
Di Indonesia, Habibie
20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan
BUMN Industri Strategis. Pada tahun 1995, Habibie berhasil memimpin pembuatan
pesawat N250 Gatot Kaca yang merupakan pesawat buatan Indonesia yang pertama. Pesawat
N250 rancangan Habibie kala itu bukan sebuat pesawat yang dibuat asal-asalan.
Didesain sedemikian rupa oleh Habibie, Pesawat N250 ciptaannya sudah terbang
tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan
untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, teknologi pesawat itu sangat canggih
dan dipersiapkan Habibie untuk 30 tahun kedepan. Habibie memerlukan waktu 5
tahun untuk melengkapi desain awal. Pesawat N250 Gatot Kaca merupakan satu-satunya
pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire'. Pesawat N250 Gatot Kaca sudah
terbang 900 jam menurut Habibie dan selangkah lagi masuk program sertifikasi
FAA (Federal Aviation Administration). PT IPTN bahkan
membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar
negara-negara itu, meskipun pada waktu itu banyak yang memandang remeh pesawat
buatan Indonesia itu termasuk sebagian kalangan di dalam negeri. Saat IPTN dibawah komando Habibie sudah
mulai berjaya dan mempekerjakan 16.000 orang, Tiba-tiba Presiden Soeharto
memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.
Hal ini dilakukan ketika badai krisis moneter melanda indonesia antara tahun 1996-1998.
Penyebab lain
ditutupnya IPTN ketika itu adalah Indonesia menerima bantuan keuangan dari IMF
(International Monetary Fund) dimana salah satu
syaratnya adalah menghentikan proyek pembuatan pesawat N250 yang merupakan
kebanggaan Habibie. Semua tenaga ahli yang bekerja di IPTN dan industri
strategis lain terpaksa menyebar dan bekerja di luar negeri, kebanyakan dari
mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Brazil,
Canada, Amerika dan Eropa.
....Saya bilang ke Presiden,
kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat
yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu
tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para
karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya
lagi kita yang beli pesawat dari negara mereka! - B.J Habibie
Habibie Menjadi Presiden Republik Indonesia Setelah ditutupnya
IPTN, Habibie yang ketika itu masih menjabat sebagai Menteri Riset dan
Teknologi (Menristek) kemudian diangkat menjadi wakil presiden Indonesia pada
tanggal 14 maret 1998 mendampingi Soeharto dalam kabinet Pembangunan VII. Ia
menjabat sebagai wakil presiden hanya beberapa bulan saja hingga 2 mei 1998. Gejolak
politik hebat serta reformasi yang dituntut oleh masyarakat Indonesia mencapai
puncaknya pada bulan Mei 1998. Lengsernya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei
1998 yang disertai pengumuman pengunduran dirinya membuat B.J Habibie kemudian
resmi menggantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Beliau disumpah oleh
Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden
Republik Indonesia ke 3. Soeharto
menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945.
B.J Habibie menjabat sebagai Presiden Indonesia ketiga lebih dari satu tahun
dari tanggal 21 mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Pada waktu itu, B.J Habibie
mewarisi kondisi dimana Indonesia sangat kacau balau pasca lengsernya Soeharto
dimana banyak terjadi kerusuhan serta banyaknya wilayah yang menyatakan ingin
lepas dari Indonesia. Dalam pemerintahannya sebagai Presiden, Habibie membuat
banyak keputusan penting. Salah satunya adalah melahirkan UU Otonomi daerah. Ia
juga membebaskan rakyat dalam beraspirasi sehingga membuat banyak partai
politik baru bermunculan. Habibie juga berhasil menekan nilai mata uang rupiah
terhadap dollar hingga dibawah 10 ribu padahal waktu itu nilainya pernah
mencapai 15 ribu per dollar, ia juga melikuidasi beberapa bank yang bermasalah.
Sampai akhirnya Presiden Habibie dipaksa pula lengser dari jabatan presiden
Indonesia setelah sidang umum MPR tahun 1999, Pidato Pertanggungjawabannya
sebagai presiden ditolak oleh MPR. Selain itu salah satu penyebab lengsernya
Habibie adalah lepasnya provinsi Timor Timur yang memilih merdeka dan membentuk
negara baru.
Setelah meletakkan
jabatannya sebagai Presiden dan digantikan oleh K.H Abdurrahman Wahid (Gusdur) sebagai Presiden, B.J
Habibie pun kembali menjadi warga negara biasa, ia kembali bermukim di Jerman
walaupun biasa juga pulang ke Indonesia. Lama tak terdengar kabarnya, kemudian
pada tanggal 22 Mei 2010, istri BJ Habibie yaitu Hasri Ainun Habibie meninggal
di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman
karena penyakit kanker ovarium. Ainun Habibie meninggal pada hari Sabtu
pukul 17.30 waktu Jerman atau 22.30 waktu Jakarta. Kepastian meninggalnya Hasri
Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk
menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi
Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan. Bagi
Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi
Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap
kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.
....Selama 48 tahun saya tidak
pernah dipisahkan dengan Ainun, ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya
pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah
biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi
tidak dengan saya. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3
hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar
dari ibu - BJ Habibie.
Film Habibie dan Ainun

|
|
Cover
Film Habibie dan Aiunun
|
Pada Awal desember
2012, sebuah film yang berjudul "Habibie dan Ainun"
diluncurkan, film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat
remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. Film yang
diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie, Film ini di garap oleh dua
sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo, dengan pemeran Reza Rahadian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun
Habibie.
Sebagian Karya beliau dalam
menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :
·
VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
·
Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
·
Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
·
Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
·
CN - 235
·
N-250
Dan secara tidak
langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
·
Helikopter BO-105.
·
Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
·
Beberapa proyek rudal dan satelit.
v Menurut saya tokoh
habibie sama seperti tokoh psikologi bernama JeanPiaget.