Sabtu, 14 November 2015

TUGAS KE DUA SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

System Element
      1.      Tujuan: Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
v  Seperti yang dikemukakan oleh Blanchard (2000),  mendefinisikan sistem sebagai sekumpulan dari elemen-elemen yang mempunyai fungsi bersama untuk mencapai satu tujuan.
v  Sedangkan menurut Law (2004), mendefinisikan sistem sebagai sekelompok komponen yang beroperasi secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
v  Miftahol Arifin (2009), sekumpulan identitas yang bertindak dan berinteraksi bersama-sama untuk memenuhi suatu tujuan akhir yang logis.

2.      Masukan  (input) : Sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
v  Menurut Lani Sidharta, “Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen – komponen manual dan komponen – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan menghasilkan informasi untuk pemakai”
v  Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam buku Jogiyanto HM., (1999: 11),

3.      Input adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan laporan yang diperlukan.”
v  Menurut Gordon B. Davis (1991: 91), “Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.”
v  Merupakan rangkaian yang memiliki keterkaitan antara beberapa bagian dari hal yang terkecil, jika suatu bagian terganggu maka pada bagian yang lainnya akan merasakannya juga (Henry Prat Fairchild).
v  Suatu himpunan suatu benda nyata ataupun abstrak (a set of thing) yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan, saling mendukung dan saling ketergantungan, untuk bersatu dalam satu kesatuan agar mencapai tujuan secara efektif ( Zulkufli A.M).
4.      Proses: Merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia,  proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
v  Suatu system dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran. (Jugianto, 2005)
v  Merupakan sebuah prosedur yang terorganisir sehingga dapat membuahkan hasil dari tujuan tersebut (Mark Victor Hansen)
v  Sebuah kelompok dari komponen atau bagian yang dapat berkerjasama dengan kesatuan fungsi (Salisbury).
5.      Keluaran  (output) : Merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya, dan menurut para ahli diantaranya adalah
v  Suatu system dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran (Jugianto,2005)
v  Kemudian menurut Margaret C, Martha Taylor dan Michael Hendricks(2002), bahwa Jumlah atau units pelayanan yang diberikan atau jumlah orang-orang yang telah dilayani
v  Dan menurut NEA (2000), bahwa Hasil dari aktifitas, kegiatan atau pelayanan dari sebuah program, yang diukur dengan menggunakan takaran volume/banyaknya.
6.      Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik: Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
v  Sebuah rangkian dari beberapa bagian yang saling berkaitan sehingga dapat menimbulkan interaksi yang saling berpengaruh. (James L. Bowdict)
v  Rangkaian dari bebrapa bagian yang saling berkaitan sehingga memunculkan interaksi dan saling berpengaruh. (Edgar F. Huse)
v  Rangkaian yang memiliki keterkaitan antar bagian-bagian dari yang terkecil, jika suatu bagian terganggu, maka bagian yang lainnya akan ikut merasakan ketergangguan (Eric Kohler).
7.      Lingkungan: Segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
v  Beberapa bagian yang saling berkaitan satu dengan yang linnya, dan beroprasi secara bersama-sama untuk mencapai sasaran tertentu (Gordon B. Davis)
v  Merupakan sebuah kumpulan komponen yang saling berinteraksi yang satu dengan yang lainnya dan bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan (Bertalanffy).
v  Sekumpulan dari beberapa elemen (yang berinteraksi) agar memiliki sebuah pencapaian dan tujuan tertentu ( Jogianto).

DAFTAR PUSTAKA

Jogianto HM. 2005. Sistem Teknologi Informasi. Andi. Yogyakarta.
Lani Sidharta, Pengantar Sistem Informasi Bisnis, P.T. ELEX Media Komputindo, Jakarta: 1995.
Jogiyanto HM., Analisis dan Disain Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Andi Offset, Yogyakarta: 1999.
Gordon B. Davis, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1, PT Pustaka Binamas Pressindo, Jakarta: 1991.


Kamis, 12 November 2015

TUGAS KETIGA SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

          Definisi, Peredaan, Persamaan Filsafat, Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
   Pengertian CBIS: Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat   ddipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali    serta   visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
a. Sistem Informasi Psikologi (SIA): Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akutansi ( SIA ) merupakan kumpulan sub system / komponen baik fisik maupun non fisik  yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan mengkombinasikan informasi keuangan dapat berupa formulir catatan , peralatan, termasuk komputer dan perlengkapannya yang di desain untuk menstransformasikan data keuangan yang dibutuhkan manajemen dan awalnya komputer digunakan untuk aplikasi akuntansi (pengolahan data elektronik / EDP). Pada tahap ini aplikasi Accounting Information System (AIS) menggunakan computer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan. Dalam bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
v Menurut Azhar Susanto (2008) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dapat didefinisikan sebagai kumpulan (Integrasi) dari sub system/ komponen baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keungan menjadi informasi keuangan.
v  Badriwan ( 2004), system informasi akutansi ( SIA) adalah suatu komponen yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan mengkombinasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan pihak-pihak luar seperti inspektorat pajak, insvestor dan pihak-pihak dalam seperti manajemen.
v SIA menurut Nugroho Widjajanto (2001), merupakan susunan berbagai formulir catatan, peralatan, termasuk computer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksananya dan laporan yang terkoordinasikan secara erat yang di desain untuk menstransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan yang dibutuhkan manajemen.
-          SIA memiliki beberapa tujuan pengolahan data diantaranya adalah untuk mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan alam Perusahaan, dapat mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam maupun diluar perusahaan.
     SIA melaksanakan 4 tugas dasar:
  v  Pengumpulan data
  v  Manipulasi data
  v  Pengklasifikasikan, penyotiran, perhitungan, pengikhtisarian, penyiapan dokumen.
  v  Penyimpanan data
  v  Penyiapan data

  b.    Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Muncul konsep SIM (Sistem Informasi Managemen) yaitu menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional dan level aktivitasnya. SIM merupakan suatu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa system informasi manajeman ( SIM), merupakan system yang berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial. untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan pengendalian
v Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan output dari simulasi matematika. Informasi digunakan oleh pengelola maupun staf lainnya pada saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah (Mc. Leod, 1995)
v  Sutabri (2005), SIM suatu system di dalam suatu organisasi, yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
v SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi yag akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan pengendalian (Stoner, 1996)
-          Tujuan SIM: Memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan dalam sub unit.
c.      Sistem Pendukung Keputusan (SPK): Mengambil atau membuat keputusan adalah suatu proses yang dilaksanakan orang berdasarkan pengetahuan dan informasi yang ada padanya pada saat tersebut dengan harapan bahwa sesuatu akan terjadi. Keputusan dapat diambil dari alternatif-alternatif keputusan yang ada, kemudian informasi tersebut diolah dan disajikan dengan sistem penunjang keputusan. Adapun informasi terbentuk dari adanya data yang terdiri dari bilangan dan terms yang disusun, diolah dan disajiakan dengan dukungan sistem informasi manajemen. Kemudian keputusan yang diambil perlu ditindak lanjuti dengan aksi yang dalam pelaksanaannya perlu mengacu pada standar prosedur operasi dan akan membentuk kembali data, begitu seterusnya yang terjadi dalam siklus data, informasi, keputusan dan aksi. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sekumpulan tools yang terintegrasi dan berbasis computer yang terdiri atas komponen-komponen yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi terstruktur.
v Menurut Hick (1993), Sistem pendukung keputusan sebagai sekumpulan tools komputer yang terintegrasi yang mengijinkan seorang decision maker untuk berinteraksi langsung dengan computer untuk menciptakan informasi yang berguna dalam membuat keputusan semi terstruktur dan keputusan tak terstruktur yang tidak terantisipasi .
v Kemudian menurut Bonczek (1980) Sistem pendukung keputusan (SPK) sebagai sebuah system berbasis komputer yang terdiri atas komponen- komponen antara lain komponen komponen system bahasa , komponen system pengetahuan, dan komponen  system pemprosesan masalah, yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.
v  Dan menurut Raymond Mc Loed (1995), bahwa  Sistem penunjang keputusan ( SPK) merupakan sebuah system yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi terstruktur.
-  Tujuan dari SPK diantaranya adalah :
  v  Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan masalah yang tidak terstruktur.
  v  Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat untuk membantu integrasi antar tingkat.
  v  Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan & bukan peningkatan efisien.

.     d. Office Automation  (OA): Merupakan merupakan system informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan pesan, dokumen, dan komunikasi elektronik lainnya antar individu, kelompok kerja dan organisasi dan berfokus pada komunikasi dengan adanya perkembangan OA (office automation). Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, faksimil, word-processing, electronic mail, dan desktop publishing.
v Menurt Azhar (2005), otomatisasi kantor merupakan aplikasi teknologi informasi yang dirancang umtuk meningkatkan produktivitas pegawai.
v O’Brien (1996) sebagai system informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi elektronik lainnya diantara individual, grup-grup kerja dan organisasi.
  - Fungsi OA : untuk memudahkan segala segala jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan & menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
  E.     Pakar system: Berfokus pada konsultasi dengan berkembangnya kecerdasan buatan (AI) adanya Sistem pakar (expert systems) yaitu sistem yang menyediakan layanan  seperti layaknya seorang konsultan manajemen. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan sistem pakar merupakan sistem yang berbasis komputer yang memungkinkan adanya komponen untuk berpikir dan mengambil kesimpulan untuk menyelesaikan masalah tertentu.
·         Menurut Giarratano dan Riley (2003), bahwa sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar
·         Selanjutnya pendapat dari Turban (dalam Kusrini, 2006) Sistem pakar adalah program computer yang menirukan penalaran seorang pakar dengan keahlian suatu wilayah pengetahuan tertentu.
·         Lalu, menurut Martin dan Oxman (dalam Kusrini, 2006) Sistem pakar adalah sistem berbasis computer, yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
    Fatta, H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi.
    Ku A.F.Stoner James, DKK, 1996, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, Penerbit PT.
     Prenhallindo, Jakarta.
Hicks, Herbert G & Ray Gullet. (1993). The Management of organization: New York : McGraw-Hill.inc

Senin, 12 Oktober 2015

TUGAS PERTAMA SOFTSKILL

  1. Pengertian dari  Sistem? Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Selain definisi ini beberapa ahli mendefinisikan istilah Sistem  sebagai berikut:
  • James Havery : Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
  • Edgar F Huse dan James L. Bowdict: Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.
  • Koentjaraningra : Sistem adalah susunan yang berfungsi dan bergerak; suatu cabang ilmu niscaya mempunyai objeknya, dan objek yang menjadi sasaran itu umumnya dibatasi.
     2Pengertian dari Informasi? Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan
         yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau
         kumpulan pesan. Informasi juga dapat didefinisikan sebagai data yang sudah diolah menjadi
         suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi
         penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang. Selain 
        definisi ini beberapa ahli mendefinisikan istilah Informsi  sebagai berikut
  • Jogiyanto HM: Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. 
  • Gordon B. Davis: Informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya. 
  • Abdul Kadir: Informasi merupakan data yang telah proses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan orang yang menggunakan data tersebut.
    3. Pengertian dari Psikologi? Psikologi  adalah ilmu pengetahuan, jadi secara etimologis (arti kata)         psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya,         prosesnya, maupun latar belakangnya dan secara singkat di sebut ilmu jiwa.
        Selain definisi ini beberapa ahli mendefinisikan istilah Informsi  sebagai berikut:
  • Allport : Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung.
  • Muhibbin Syah: Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.
  • Wilhem Wundt & E.B Titchener: Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling), dan kehendak dan dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan hewan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat secara langsung yang berguna sebagai suatu usaha untuk memahami proses mental.
      4.Pengertian dari Sistem Informasi Psikologi?
  • SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (SIP): Dari keseluruhan uraian mengenai sistem, Informasi, dan psikologi di atas, maka dapat kita coba tarik kesimpulan bahwa definisi “Sistem Informasi Psikologi” adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).
SUMBER:
Ahmadi, H. Abu. (2009). Psikologi umum (edisi revisi 2009). Jakarta: RINEKA CIPTA
Basuki, A. M. Heru. (2008). Psikologi umum. Depok: Universitas Gunadarma

Sabtu, 30 Mei 2015

Terapi Bermain


Tugas     : Softskill  Kelompok 5
Tentang : Terapi Bermain

Konsep Terapi Bermain
        Santrock (1995: 272) menyatakan bermain peran (role play) ialah suatu kegiatan yang menyenangkan. Secara lebih lanjut bermain peran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan. Role playing merupakan suatu metode bimbingan dan konseling kelompok yang dilakukan secara sadar dan diskusi tentang peran dalam kelompok. Di dalam kelas, suatu masalah diperagakan secara singkat sehingga siswa dapat mengenali karakter tokoh seperti apa yang siswa peragakan tersebut atau yang menjadi lawan mainnya memiliki atau kebagian peran seperti apa. Santrock juga menyatakan bermain peran memungkinkan anak mengatasi frustrasi dan merupakan suatu medium bagi ahli terapi untuk menganalisis konflik-konflik anak dan cara-cara mereka mengatasinya.
         Ginnot (1961; dalam Eka, 2008) menyatakan bermain peran diyakini sebagai sarana perkembangan potensi juga dapat dijadikan sebagai media terapi. Terapi bermain peran khususnya merupakan pendekatan yang sesuai untuk melakukan konseling dengan anak karena bermain adalah hal yang alami bagi anak. Melalui manipulasi mainan, anak dapat menunjukkan bagaimana perasaan mengenai dirinya, orang-orang yang penting serta peristiwa dalam hidupnya secara lebih memadai daripada melalui kata-kata.
       Bermain pada anak merupakan salah satu sarana untuk belajar. Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak berusaha untuk menyelidiki dan mendapatkan pengalaman yang kaya, baik pengalaman dengan dirinya sendiri, orang lain maupun dengan lingkungan di sekitarnya.
Terdapat lima karakteristik bermain peran, yaitu:
1.      Merupakan sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai yang positif bagi anak.
2.       Didasari motivasi yang muncul dari dalam. Jadi anak melakukan kegiatan itu atas kemauannya sendiri.
3.      Sifatnya spontan dan sukarela, bukan merupakan kewajiban. Anak merasa bebas memilih apa saja yang ingin dijadikan alternatif bagi kegiatan bermainnya.
4.      Senantiasa melibatkan peran aktif dari anak, baik secara fisik maupun mental.
5.      Memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain, seperti kemampuan kreatif, memecahkan masalah, kemampian berbahasa, kemampuan memperoleh teman sebanyak mungkin dan sebagainya.
Unsur - unsur terapi munculnya gangguan, tujuan terapi, peran terapis.
    Munculnya gangguan, antara lain : Permainan merupakan suatu kesibukan yang ada dalam kehidupan sehari-hari dari diri anak berkebutuhan khusus  dan berguna bagi dirinya dalam kehidupannya yang mandiri kelak.
Tujuan Terapi, antara lain :
a.       Fisik meliputi perkembangan kekuatan organ tubuh, peningkatan ketahanan otot-
otot dan organ tubuh, pencegahan dan perbaikan sikap tubuh yang kurang baik.
b.      Intelektual meliputi kemampuan berkomunikasi, menghitung angka dalam suatu
permainan sehingga dapat dikatakan menang atau kalah dll.
c.       Emosi : penerimaan atas pimpinan orang lain, bagaimana ia memimpin dll.
d.      Sosialisasi : bagaimana dapat bermain bersama, meningkatkan hubungan yang sehat dalam kelompok.
Peran Terapis, dalam pendidikan :
         a            Sarana pencegahan : Tidak menambah permasalahan baru dan menghmbat proses belajarnya.
        b            Sarana penyembuhan : Dapat disembuhkan atau dilatih sebagai sarana belajar melalui bentuk-bentuk permainan yang ber7an mengembalikan fungsi fisik,psiko-terapi,modifikasi perilaku, mengembangkan fungsi sosial, melatih bicara, mempertajam atau latihan visual, latihan auditif, latihan taktil, dll.
         c            Sarana penyesuaian diri : Anak-anak sulit beradaptasi, oleh karena itu dilatih bekelompok dalam permainan.
Teknik-Teknik Terapi
      Penggunaan terapi bermain sebagai teknik psikoterapi.
1.            Nilai Terapiutik dari Permainan
2.            Kepada Siapa Terapi Bermain Diberikan
3.            Prosedur dalam Terapi Bermain.
4.            Hal Penting Sesudah Terapi Bermain.

Terapi Bermain (Santrock)
Penggunaan terapi bermain sebagai teknik psikoterapi.
1.      Nilai Terapiutik dari Permainan
2.      Kepada Siapa Terapi Bermain Diberikan
3.      Prosedur dalam Terapi Bermain.
4.      Hal Penting Sesudah Terapi Bermain.

SUMBER :
Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
Semiun. Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta. Kanisius
Gunarsa, S.D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia
Robert, S.H. (1997). Buku Psikoterapi: Jakarta : Tiga Berlian