Analisis Transaksional
Unsur-unsur
analisi transaksional
Analisis
transaksional berakar pada suatu filsafat yang antidetermenistik serta
menekankan bahwa manusia sanggup melampaui pengkondisian dan pemrograman awal.
Disamping itu, analisis transaksional berpijak pada asumsi-asumsi bahwa
orang-orang sanggup memahami putusan-putusan masa lampaunya serta orang-orang
mampu memilih untuk memutuskan ulang. Analsisis transaksional meletakan
kepercayaan pada kesanggupan individu untuk tampil diluar pola-pola kebiasaan
dan menyeleksi tujuan-tujuan dan tingkah laku baru.
Teknik-Teknik Terapi Analisis
Transaksional
Prosedur pada TA dikombinasikan
dengan terapi Gestalt, seperti yang dikemukakan oleh James dan Jongeward (1971)
dalam Corey (1988), dia menggabungkan konsep dan prosedur TA dengan eksperimen
Gestalt, dengan kombinasi tersebut hasil yang diperoleh dapat lebih efektif
untuk mencapai kesadaran diri dan otonom. Sedangkan teknik-teknik yang dapat
dipilih dan diterapkan dalam TA, yaitu
1.
Analisis struktural, para konseli
akan belajar bagaimana mengenali ketiga perwakilan ego-nya, ini dapat membantu
konseli untuk mengubah pola-pola yang dirasakan dapat menghambat dan membantu
konseli untuk menemukan perwakilan ego yang dianggap sebagai landasan tingkah
lakunya, sehingga dapat melihat pilihan-pilihan.
2.
Metode-metode didaktik, TA
menekankan pada domain kognitif, prosedur belajar-mengajar menjadi prosedur
dasar dalam terapi ini.
3.
Analisis transaksional, adalah penjabaran
dari yang dilakukan orang-orang terhadap satu sama lain, sesuatu yang terjadi
diantara orang-orang melibatkan suatu transaksi diantara perwakilan ego mereka,
dimana saat pesan disampaikan diharapkan ada respon. Ada tiga tipe transaksi
yaitu; komplementer, menyilang, dan terselubung.
4.
Permainan peran, prosedur-prosedur
TA dikombinasikan dengan teknik psikodrama dan permainan peran. Dalam terapi
kelompok, situasi permainan peran dapat melibatkan para anggota lain.
5.
Analisis upacara, hiburan, dan
permainan, AT meliputi pengenalan terhadap upacara (ritual), hiburan, dan
permainan yang digunakan dalam menyusun waktunya. Penyusunan waktu adalah bahan
penting bagi diskusi dan pemeriksaan karena merefleksikan keputusan tentang
bagaimana menjalankan transaksi dengan orang lain dan memperoleh perhatian.
6.
Analisa skenario, kekurangan otonomi
berhubungan dengan keterikatan individu pada skenario atau rencana hidup yang
ditetapkan pada usia dini sebagai alat untuk memenuhi kebutuhannya di dunia
sebagaimana terlihat dari titik yang menguntungkan menurut posisi hidupnya.
Konsep Utama Terapi Analisis Transaksional
Teori transaksional analisis
merupakan karya besar Eric Berne (1964), yang ditulisnya dalam buku Games
People Play. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenal dari kelompok
Humanisme. Teori transaksional analisis merupakan teori terapi yang sangat
populer dan digunakan dalam konsultasi pada hampir semua bidang ilmu-ilmu
perilaku. Teori analisis transaksional telah menjadi salah satu teori
komunikasi antarpribadi yang mendasar.
Transaksional
analisis adalah suatu proses transaksi atau perjanjian yang mana melalui
perjanjian inilah proses terapi akan dikembangkan sendiri oleh klien hingga
proses pengambilan keputusan pun diambil sendiri oleh klien. Adapun konsep
pokok dari transaksional analisis menurut Geral Corey ( 2005 ) adalah
1.
Pandangan tentang Manusia: Transaksional
Analisis berakar pada filsafat anti deterministik. Menempatkan iman dalam
kapasitas kita untuk mengatasi kebiasaan pola dan untuk memilih tujuan-tujuan
baru dari perilaku. Namun, ini tidak berarti bahwa kita bebas dari pengaruh
kekuatan sosial. Ia mengakui bahwa kitadipengaruhi oleh harapan dan tuntutan
orang lain yang signifikan, terutama keputusan yang terlebih dulu dibuat pada
masa hidupnya ketika kita sangat tergantung pada orang lain
2.
Perwakilan Ego: Transaksional analisis
adalah suatu sistem terapi yang berlandaskan teori kepribadian yang menggunakan
tiga pola tingkah laku atau perwakilan ego yang terpisah; ego anak, ego orang
dewasa dan ego orang tua. Status ego adalah serangkaian perilaku yang terkait
dengan pikiran, perasaan, dan perilaku di mana bagian dari kepribadian seorang
individu dimanifestasikan pada waktu tertentu (Stewart & Joines, 1987).
b.
Status Ego anak adalah keaslian dari bagian hidup kita dan
yang paling alami, yang termasuk “rekaman” pengalaman awal. Dibedakan antara
natural child (NC) yang ditunjukkan dalam sikap ingin tahu, berkhayal, kreatif,
lucu, memberontak, tergantung, menuntut, egois, agresi, kritis, spontan, tidak
mau kalah. Sebaliknya yang ber sifatadapted child (AC) ditunjukkan dengan
bertindak sesuai dengan keinginan orang tuanya seperti penurut, sopan, dan
patuh, sebagai akibatnya anak akan menarik diri, takut, manja, dan kemungkinan
mengalami konflik.
c.
Status
Ego Dewasa: Setiap orang juga menurut Berne memiliki sikap orang dewasa. Sikap
orang dewasa umumnya pragmatis dan realitas. Mengambil kesimpulan, keputusan
berdasarkan fakta-fakta yang ada. Suka bertanya, mencari atau menunjukkan
fakta-fakta, ber sifat rasional dan tidak emosional, bersifat objektif dan sebagainya.
Status ego dewasa dapat dilihat dari tingkah laku yang bertanggung jawab,
tindakan yang rasional dan mandiri. Sifat dari status ego dewasa adalah
obyektif, penuh perhitungan dan menggunakan akal.
d.
Status Ego Orang tua: Merupakan
suatu kumpulan perasaan, sikap, pola-pola tingkah laku yang mirip dengan
bagaimana orang tua individu merasa dan bertingkah laku terhadap dirinya. Ada
dua bentuk sikap orang tua, yang pertama orang tua yang selalu mengkritik,
merugikan dan yang ke dua orang tua yang sayang.
3.
Skenario kehidupan dan posisi
psikologi dasar: Ajaran-ajaran orang tua yang kita pelajari dan putusan-putusan
awal yang dibuat oleh kita sebagai anak dewasa. Pada dasarnya setiap manusia
memerlukan belaian dari orang lain.Dalam teori analisis transaksional sebuah
belaian merupakan bagian dari suatu perhatian yang melengkapi stimulasi yang
optimal kepada individu. Belaian ini merupakan kebutuhan dalam setiap interaksi
sosial dan menyehatkan.
Daftar Pustaka
Corey,G.(1995),
Theory and prantice of counseling and psychotherapy, Semarang: brooks/cole
publishing company
Roberts.A.R.
Greene, g.j. 2008. Buku pintar pekerja social: Jakarta. Gunung mulya