Senin, 23 Oktober 2017

Tugas Ketiga Kreativitas dan Keberbakatan

Tugas Pertemuan Ketiga:

1.     Pengertian keberbakatan dan ciri-ciri anak berbakat (Subjek: Keberbakatan)
Meurut para tokoh-tokoh :
·         Hagen dan Hollingworth (dalam Hawadi 2002) membedakan antara gifted dan talented. Gifted ditunjukan pada individu yang memiliki kemampuan akademik tinggi,sedangkan Talented ditunjukan pada individu yang memiliki kemampuan dibidang seni,music dan drama.
·         Cuts dan Musseley (1957 dalam Hawadi 2002) membedakan antara bright dengan gifted dan talente..Bright sendiri diartikan individu yang mampu menempuh pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (kolese) dan lancar dalam karier yang dipilihnya. Gifted diartikan individu yang memiliki potensi yang lebih tinggi daripada individu dengan tingkat bright, sedangkan talented menunjukan pada individu yang memiliki kemampuan tidak lazim (diluar bidang akademis,tanda umum adanya kemampuan yang tergolong superior)
·         De Haan dan Havighurst (1957 dalam Hawadi 2002) individu dengan kemampuan tingkat gifted dibedakan menjadi 2 yaitu first order atau sering disebut extreme gifted, kelompok ini jumlahnya sangat sedikit, dan second gifted kelompok ini jumlhs lebih banyak.
·         Coleman (1985 dalam Hawadi 2002) yang membedakan antara konsep gifted dengan genius, menurut Coleman gifted belum tentu genius karena kelompok ini dinilai belum memberikan kontribusi unik pada lingkungannya dalam kurun waktu tertentu. Tetapi orang genius pasti seorang gifted. Coleman, Feldhusen (1985:16 dalam Hawadi 2002) menyatakan bahwa genius merujuk pada individu yang memiliki kemampuan superior.

Ciri-ciri anak berbakatan diantaranya adalah:
a.       Ciri-ciri Intelektual
1)      Mudah menangkap pelajaran.
2)      Ingatan baik.
3)      Pembendaharaan kata luas.
4)      Penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab akibat).
5)      Daya konsentrasi baik (perhatian tidak mudah dialihkan).
6)      Menguasai banya bahan tentang macam-macam topik.
7)      Senang dan sering membaca.
8)      Ungkapan diri lancar dan jelas.
9)      Pengamat yang cermat.
10)  Senang mempelajari kamus,peta,ensiklopedi.
11)  Cepat memejahkan soal.
12)  Cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan.
13)  Cepat menemukan asas dalam suatu uraian.
14)  Mampu membaca pada usia lebih muda.
15)  Daya abstrak tinggi
16)  Selalu sibuk menangani berbagai hal.
b.      Ciri-ciri Kreativitas
1)      Dorongan ingin tahu besar.
2)      Sering mengajukan pertanyaan yang baik.
3)      Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah.
4)      Bebas dalam menyatakan pendapat.
5)      Mempunyai rasa keindahan.
6)      Menonjol dalam salah satu bidang seni.
7)      Mempunyai pendapat sendiidan mengungkapkannya,tidak mudah terpengaruh orang lain.
8)      Rasa humor tinggi.
9)      Daya imajinasi kuat.
10)  Keaslian (originality) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya: dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan oleh anak-anak lain.
11)  Dapat bekerja sendiri.
12)  Senang mencoba hal-hal baru.
13)  Kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).
c.       Ciri-ciri Motivasi
1)      Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak berhenti sebelum selesai).
2)      Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).
3)      Tidak memerlukan dorongan dari pihak luar untuk berprestasi.
4)      Ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan kepadanya.
5)      Selalu berusaha berpretasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya).
6)      Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan,korupsi,keadilan dan sebagiannya).
7)      Senang dam rajin belajar, penuh semangat, cepat bosan dengan tugas-tugas rutin.
8)      Dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu, tidak mudahmelepaskan hal yang diyakini tersebut).
9)      Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai dikemudian).
10)  Senang mencari dan memecahkan soal-soal.

Sumber:

Hawadi,R.A. (2002). Identifikasi Keberbakatan Intelektual Melalui Metode Non-Tes Dengan Pendekatan Konsep Keberbakatan Renzulli. Jakarta: Grasindo Gramedia Widiasarana Indonesia.

Utami Munandar,S.C. (1982). Pemanduan anak berbakat: Suatu studi penjajakan. Jakarta: Rajawali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar