TUGAS
KE 4 SOFTSKILL
11. Komunikasi
dalam manajemen
a. Definisi Komunikasi : Keterampilan
yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi
dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial
yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang
lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan
orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun
non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti
oleh suku bangsa)
b. Proses komunikasi: Komunikasi merupakan suatu proses
yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut :
Ø Pengirim pesan > , penerima pesan> dan pesan
Semua fungsi manajer
melibatkan proses komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada
skema dibawah ini :
o Diagram Proses Komunikasi
ü Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi: Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk
disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh
orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah
informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim
pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila
diorganisir secara baik dan jelas. Materi pesan dapat berupa :Informasi,Ajakan,Rencana
kerja dan Pertanyaan dan
sebagainya
ü Simbol/ isyarat:
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya
dapat dipahami oleh orang lain.
Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan
anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian
pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau
menunjukkan arah tertentu.
ü Media/penghubung:
Alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan
pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi
pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.
ü Mengartikan kode/isyarat: Setelah pesan diterima melalui indera (telinga,
mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat
mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti
/dipahaminya.
ü Penerima pesan
adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun
dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud
oleh pengirim
ü Balikan (feedback): isyarat
atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal
maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak
pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau
pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman
yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang
lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan
pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas
pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau
tidak
ü Gangguan:
bukan merupakan bagian dari proses komunikasi, akan tetapi mempunyai pengaruh
dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal
yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau
menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan
pesan yang diterimanya
c. Hambatan Komunikasi:
A.
Hambatan
dari Proses Komunikasi
·
Hambatan dari pengirim pesan,
misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim
pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
·
Hambatan dalam penyandian/symbol
·
Hambatan media, adalah hambatan yang
terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan
aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
·
Hambatan dalam bahasa sandi.
Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
·
Hambatan dari penerima pesan,
misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan,
sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
·
Hambatan dalam memberikan
balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi
memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
B.
Hambatan
Fisik: Hambatan fisik dapat mengganggu
komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain,
misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
C.
Hambatan
Semantik: Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang
mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit
antara pemberi pesan dan penerima
D.
Hambatan
Psikologis :Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu
komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara
pengirim dan penerima pesan.
d.
Definisi komunikasi interpersonal : Proses pertukaran informasi diantara seseorang
dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang
dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).
http://bloggokilla.blogspot.com/2012/08/definisi-tujuan-hambatan-dan-proses_3184.htmlJones, Gareth R. Organizational Theory : Text and Cases, Addison Wesley, 1995
Robbins, Stepehen P. Managing Today, 2nd Ed, Prentice Hall, 2000
Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995
C.S., Raymond. 1977. Organizational Behavior: A Book Reading. New York: McGrawHill.
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/komunikasi-interpersonal-definisi.html
2.
Pelatihan dan pengembangan
a.
Definisi
pelatihan menurut para ahli diantaranya
·
Willian
G. Scott: Pelatihan dalam
ilmu pengetahuan perilaku adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk
mengembangkan pemimpin untuk mencapai efektivitas pekerjaan perorangan yang
lebih besar, hubungan antara pribadi dalam dalam organisasi yang lebih baik dan
menyesuaikan pemimpin kepada konteks seluruh lingkungannya.
·
John H. Proctor and william M. Thronton:
Pelatihan adalah tindakan yang
disengaja memberikan alat agar pembelajaran dapat dilaksanakan.
·
Andrew E.
Sikula: Pelatihan adalah
suatu proses pendidikan jangka pendek memanfaatkan prosedur yang sistematis dan
terorganisir, di mana personal non manajerial mempelajari kemampuan dan
pengetahuan teknis untuk tujuan tertentu.
·
Keith Davis and William B. Werther,Jr: Pelatihan adalah mempersiapkan orang untuk
melakukan pekerjaan mereka sekarang dan pengembangan mempersiapkan pagawai yang
membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan sikap.
·
Edwin B. Flippo: Pelatihan adalah proses membantu pegawai
memperoleh efektivitas dalam pekerjaan sekarang atau yang akan datang melalui
pengembangan kebiasaan, fikiran, dan tindakan, kecelakan, pengetahuan dan sikap
·
Intruksi
Presiden No. 15 tahun 1974: Pelatihan adalah bagian dari pendidikan menyangkut proses belajar untuk
memperoleh dan meningkatkan ketrampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku,
dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan
praktik dari pada teori.
·
SK
Menpan No. 01/kep/M.Pan/2001: Di lingkungan PNS, yang dimaksud pelatihan adalah proses pembelajaran yang
lebih menekankan pada praktek daripada teori yang dilakukan seseorang atau
kelompok dengan menggunakan pendekatan pelatihan untuk orang dewasa dan
bertujuan meningkatkan dalam satu atau berbagai jenis kerampilan.
b.
Tujuan dan sasaran
pelatihan dan pengembangan:
Tujuan pelatihan :
- Untuk meningkatkan keterampilan para karyawan sesuai dengan perubahan teknologi
- Untuk meningkatkan produktivitas kerja organisasi.
- Untuk mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.
- Untuk membantu masalah operasional.
- Memberi wawasan kepada para karyawan untuk lebih mengenal organisasinya.
- Meningkatkan kemampuan peserta latihan mengerjakan tugasnya yang sekarang.
- Kemampuan menumbuhkan sikap empati dan melihat sesuatu dari “kacamata” orang lain.
- Meningkatkan kemampuan menginterpretasikan data dan daya nalar para karyawan.
- Meningkatkan kemampuan dan keterampilan para karyawan dalam menganalisis suatu permasalahan serta pengambilan keputusan.
Tujuan pengembangan :
- Mewujudkan hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan.
- Menyiapkan para manajer yang berkompeten untuk lebih cepat masuk ke tingkat senior (promosi jabatan).
- Untuk membantu mengisi lowongan jabatan tertentu.
- Meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam organisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi.
- Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui gaya manajerial yang partisipatif.
- Meningkatkan kepuasan kerja.
- Memperlancar jalannya komunikasi yang efektif yang dapat memperlancar proses perumusan kebijakan organisasi dan operasionalnya.
- Mengembangkan atau merubah sikap, sehingga menimbulkan kemauan kerja sama dengan sesama karyawan dan manajemen ( pimpinan ).
c.
Faktor psikologi dalam pelatihan:
Ø Menurut Dole Yoder (dalam As’ad,
1998:67-70) agar pelatihan dan pengembangan dapat berhasil dengan baik, maka
harus diperhatikan delapan faktor sebagai berikut
1. Individual Differences Tiap-tiap
individu mempunyai ciri khas, yang berbeda satu sama lain, baik mengenai
sifatnya, tingkah lakunya, bentuk badannya maupun dalam pekerjaannya. Oleh
karena itu, dalam merencanakan dan melaksanakan suatu pelatihan harus diingat
adanya perbedaan individu ini. Perbedaan dapat nampak pada waktu para karyawan
mengerjakan suatu pekerjaan yang sama, dengan diperolehnya hasil yang berbeda
2. Relation to job analysis Tugas
utama dari analisa jabatan untuk memberikan pengertian akan tugas yang harus
dilaksanakan didalam suatu pekerjaan, serta untuk mengetahui alat-alat apa yang
harus dipergunakan dalam menjalankan tugas itu. Untuk memberikan pelatihan pada
para karyawan terlebih dahulu harus diketahui keahlian yang dibutuhkannya.
Dengan demikian program dari pelatihan dapat di arahkan atau ditujuakan untuk
mencapai keahlian itu. Suatu pelatihan yang tidak disesuaikan dengan bakat,
minat dan lapangan kerja karyawan, berakibat merugikan berbagai pihak, yaitu
karyawan, perusahaan dan masyarakat.
3. Motivation Motivasi dalam pelatihan ini
sangat perlu sebab pada dasarnya motif yang mendorong karyawan untuk
menjalankan pelatihan tidak berbeda dengan motif yang mendorongnya untuk
melakukan tugas pekerjaannya.
4. Active Participation Didalam pelaksanaan pendidikan
pelatihan para trainess harus turut aktif mengambil bagian di dalam
pembicaraan-pembicaraan mengenai pelajaran yang diberikan, sehingga akan
menimbulkan kepuasan pada para trainess apabila saran-sarannya diperhatikan dan
dipergunakan sebagai bahan-bahan pertimbangan untuk memecahkan kesulitan yang
mungkin timbul.
5. Selection of trainee : Pelatihan sebaiknya diberikan kepada
mereka yang berminat dan menunjukkan bakat untuk dapat mengikuti latihan itu
dengan berhasil kepada mereka yang tidak mempunyai minat, bakat dan pengalaman,
kemungkinan berhasil sedikit sekali. Oleh karena itulah sangat perlu diadakan
seleksi.
6. Selection of trainers Berhasil atau tidaknya seseorang
melakukan tugas sebagai pengajar, tergantung kepada ada tidaknya persamaan
kualifikasi orang tersebut dengan kualifikasi yang tercantum dalam analisa
jabatan mengajar. Itulah sebabnya seorang trainer yang baik harus mempunyai
kecakapan-kecakapan sebagai berikut:
1) Pengetahuan vak yang mendalam dan
mempunyai kecakapan vak
2) Mempunyai rasa tanggungjawab dan sadar akan
kewajiban
3) Bijaksana dalam segala tindakan dan sabar
4) Dapat berfikir secara
logis
5) Mempunyai kepribadian yang menarik
7. Trainer Pelatihan Trainer sebelum diserahi
tanggung jawab untuk memberikan pelajaran hendaknya telah mendapatkan
pendidikan khusus untuk menjadi tenaga pelatih.
d.
Teknik dan
metode pelatihan:
On the job Training: Teknik-teknik on the job
training merupakan metode latihan yang
paling banyak digunakan, di mana karyawan dilatih tentang pekerjaan baru
dengan supervisi langsung seorang pelatih yang berpengalaman (biasanya
karyawan lain).
paling banyak digunakan, di mana karyawan dilatih tentang pekerjaan baru
dengan supervisi langsung seorang pelatih yang berpengalaman (biasanya
karyawan lain).
a)
Rotasi Jabatan, pelatihan yang ditujukan untuk
memberikan pengetahuan
kepada karyawan tentang bagian-bagian organisasi yang berbeda dan praktik
berbagai macam keterampilan manajerial;
kepada karyawan tentang bagian-bagian organisasi yang berbeda dan praktik
berbagai macam keterampilan manajerial;
b)
Instruksi Pekerjaan, pelatihan yang ditujukan untuk
memberikan secara langsung petunjuk pekerjaan, dan digunakan terutama untuk
melatih para karyawan tentang cara pelaksanaan perkerjaan;
c)
Magang (apprenticeships), merupakan proses belajar dari
seorang atau beberapa orang yang lebih berpengalaman. Pelatihan ini sangat
tepat untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tertentu seperti ahli
,Teknik-teknik Latihan dan Pengembangan
·
Off The Job
·
Training
·
On The Job
·
Training kerajinan
d)
Coaching, pelatihan yang diberikan oleh penyelia atau
atasan kepada karyawan dalam pelaksanaan kerja rutin mereka dalam bentuk
bimbingan dan pengarahan;
e)
Penugasan
Sementara, berupa penempatan: karyawan pada posisi manajerial atau sebagai
anggota panitia tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan, di mana karyawan
terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah-masalah
organisasional secara nyata;
f)
Sistem Penilaian Pekerjaan, merupakan penilaian yang
diberikan kepada
karyawan setelah menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan, yang selanjutnya dapat digunakan untuk pengembangan lebih lanjut dari diri karyawan yang bersangkutan. Off the Job Training
karyawan setelah menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan, yang selanjutnya dapat digunakan untuk pengembangan lebih lanjut dari diri karyawan yang bersangkutan. Off the Job Training
ü
Teknik-teknik yang termasuk dalam off the job
training meliputi: metode-metode simulasi dan presentasi informasi. Pada metode
simulasi karyawan peserta latihan menerima representasi tiruan (artificial)
suatu aspek organisasi dan diminta untuk menanggapinya seperti dalam keadaan
sebenarnya.
(1) Metode Studi Kasus, pada metode ini kepada para peserta disediakan deskripsi tertulis
suatu situasi pengambilan keputusan,
(2) Role Playing, pada teknik ini peserta pelatihan atau karyawan diminta untuk memainkan berbagai peran yang berbeda.
(3) Business Games, merupakan suatu simulasi pengambilan keputusan dalam skala kecil yang dibuat sesuai dengan situasi kehidupan nyata.
(4) Vestibule Training, merupakan bentuk pelatihan yang dirancang agar tidak mengganggu kegiatan normal yang terjadi pada lembaga.Sementara itu mengenai teknik-teknik presentasi informasi sebagai upaya untuk mengajarkan sikap, konsep, atau keterampilan kepada peserta pelatihan, dapat dijelaskan sebagai berikut:
(1) Kuliah
(2) Presentasi Video
(3) Metode Konperensi
(4) Programmed Instruction
(5) Self Study
(1) Metode Studi Kasus, pada metode ini kepada para peserta disediakan deskripsi tertulis
suatu situasi pengambilan keputusan,
(2) Role Playing, pada teknik ini peserta pelatihan atau karyawan diminta untuk memainkan berbagai peran yang berbeda.
(3) Business Games, merupakan suatu simulasi pengambilan keputusan dalam skala kecil yang dibuat sesuai dengan situasi kehidupan nyata.
(4) Vestibule Training, merupakan bentuk pelatihan yang dirancang agar tidak mengganggu kegiatan normal yang terjadi pada lembaga.Sementara itu mengenai teknik-teknik presentasi informasi sebagai upaya untuk mengajarkan sikap, konsep, atau keterampilan kepada peserta pelatihan, dapat dijelaskan sebagai berikut:
(1) Kuliah
(2) Presentasi Video
(3) Metode Konperensi
(4) Programmed Instruction
(5) Self Study
Tidak ada komentar:
Posting Komentar