1.
Memahami dan menjelaskan pandangan aliran
Psikoanalisa dalam tentang Kepribadian Sehat?
Aliran Psikoanalisa
Psikolanalisa merupakan salah satu aliran besar dalam dunia
psikologi, pencetus awalnya adalah Sigmund Freud, berikut ini akan dijelaskan
teori psikoanalisa dari Sigmund Freud dan kemudian mengaitkannya dengan
kepribadian yang sehat.
Psikoanalisa adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund
Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis
manusia. Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tentang
struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya
yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang individu
lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan
dalam perilaku dan pikiran.
Menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan
ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual dan apabila
dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan
kepribadian dan juga mengganggu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan
tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang
tidak disadari” / ( unconscious motivation ) menguraikan ide kunci dari
psikoanalisa.
Dalam
teori psikoanalisanya freud menjelaskan tentang struktur kepribadian individu,
struktur kepribadian tersusuan atas 3 sistem pokok, yakni :
-Id: Merupakan aspek
biologis yang strukturnya paling mendasar dari kepribadian. Id juga merupakan
sistem kepribadian yang asli, dimana id sebagai rahim tempat berkembangan ego
dan superego. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis ada sejak
lahir dan merupakan reservoir energi psikis. Id berhubungan erat dengan
proses-proses jasmaniah darimana id mendapatkan energinya. Id memiliki 2 proses
yaitu proses primer dan tindakan refleksi. Id terdiri dari dorongan - dorangan
biologis seperti makan, sex dan agresifitas.
- Ego: Merupakan aspek
psikologis yang berkembang dari id yang struktur kepribadianya mengontrol
kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Ego timbul karena
kebutuhan – kebutuhan organisme memerlukan transaksi - transaksi yang sesuai
dengan dunia kenyataan objektif. Perbedaan pokok antara id dan ego adalah id
hanya mengenal kenyataan subjektif jiwa sedangkan ego membedakan antara hal -
hal yang terdapat dalam batin dan hal - hal yang terdapat dalam dunia luar. Ego
disebut juga sebagai eksekutif kepribadian karena ego mengontrol pintu-pintu
arah tindakan, memilih segi lingkungan kemana ia akan membri respon dan
memutuskan insting mana yang akan dipuaskan.
- Superego: Merupakan aspek sosiologis yang merefleksikan nilai - nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan oleh adat istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena itu pada dasarnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.
Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana
individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu:
- Superego: Merupakan aspek sosiologis yang merefleksikan nilai - nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan oleh adat istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena itu pada dasarnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.
Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana
individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu:
a. Tingkat Sadar Atau Kesadaran ( Conscious Level ): Pada
tingkat ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir,
persepsi, dan lain - lain.
b. Tingkat Prasadar ( Preconscious Level
): Pada
tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari
hanya apabila individu memperhatikannya, misalnya memori, pengetahuan-pengetahuan
yang telah dipelajari, dan lain - lain.
c. Tingkat Tidak Disadari ( Unconscious Level
): Pada
tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh
individu. Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral,
pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional,
dorongan-dorongan seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan
lain-lain.
Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip
kerja, dinamisme dan mekanismenya sendiri. Namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama lain
sehingga sulit (tidak mungkin) untuk memisah - misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan relatifnya
terhadap tingkah laku manusia. Tingkah laku hampir selalu merupakan produk dari interaksi diantara
ketiga sistem tersebut jarang salah satu sistem berjalan terlepas dari kedua sistem lainnya.
Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip
kerja, dinamisme dan mekanismenya sendiri. Namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama lain
sehingga sulit (tidak mungkin) untuk memisah - misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan relatifnya
terhadap tingkah laku manusia. Tingkah laku hampir selalu merupakan produk dari interaksi diantara
ketiga sistem tersebut jarang salah satu sistem berjalan terlepas dari kedua sistem lainnya.
Kepribadian
yang sehat menurut psikoanalisis :
a.
Menurut freud
kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan
yang ilmiah.
b.
Kemampuan dalam
mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
c.
Mental yang sehat
ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
d.
Tidak mengalami
gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
e.
Dapat menyesuaikan
keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan.
2.
Memahami dan menjelaskan pandangan aliran Behavioristik
dalam tentang kepribadian sehat?
Aliran Behevioristik
Aliran psikologi behaviorisme adalah sebuah aliran dalam
psikologi yang didirikan oleh John B.Watson pada tahun 1913 yang berpendapat
bahwa perilaku harus merupakan unsur subjek tunggal psikologi. Behaviorisme
merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar
sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap
introspeksionisme ( yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan -
laporan subjektif ) dan juga psikoanalisis ( yang berbicara tentang alam bawah
sadar yang tidak tampak ).
Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran
yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada
studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju
dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh
strukturalisme. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari
fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada
proses - proses mental. Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang
tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme
memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa
bakat apa - apa.
Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang
diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan
manusia buruk, lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia baik. Kaum
behavioris memusatkan dirinya pada pendekatan ilmiah yang sungguh - sungguh
objektif. Kaum behavioris mencoret dari kamus ilmiah mereka, semua peristilahan
yang bersifat subjektif, seperti sensasi, persepsi, hasrat, tujuan, bahkan
termasuk berpikir dan emosi, sejauh kedua pengertian tersebut dirumuskan secara
subjektif.
Fungsionalisme Menjadi dasar bagi behaviorisme melalui
pengaruhnya pada tokoh utama behaviorisme, yaitu Watson. Watson adalah murid
dari Angell dan menulis disertasinya di University of Chicago.
Dasar pemikiran Watson yang memfokuskan diri lebih proses mental daripada
elemen kesadaran, fokusnya perilaku nyata dan pengembangan bidang psikologi
pada animal psychology
dan child
psychology adalah pengaruh dari fungsionalisme. Meskipun demikian, Watson
menunjukkan kritik tajam pada fungsionalisme.
Aliran behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin,
yaitu di dalam suatu sistem kompleks yang bertigkah laku menurut cara - cara
yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum behavioris, individu digambarkan
sebagai suatu organisme yang bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya,
dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat
pengatur panas.
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri
penting, yaitu :
1.
Menekankan pada respon
- respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
2.
Menekankan pada
perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme
menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.
Memfokuskan pada
perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku
manusia dan perilaku binatang. Manusia dapat belajar banyak tentang perilakunya
sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang. Menurut penganut aliran
ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan
diikuti oleh suatu reaksi beupa respon terhadap rangsangan itu.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-
stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang
sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-
stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang
sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut
behavioristik :
1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang
lain dan lingkungannya.
2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh
pengalaman sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak
memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
3. Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan
menggunakan metode yang objektif.
Sumber:
Basuki, Heru. (2008).
Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Rochman, Kholil.
(2010). Kesehatan Mental. Yogyakarta : Fajar Media Press.
Schultz, Duane. (1991).
Psikologi Pertumbuhan : Model – Model Kepribadian Sehat. Jogjakarta: Kanisius.
Baihaqi, MIF. (2008).
Psikologi Pertumbuhan Kepribadian Sehat Untuk Mengembangkan Optimisme. Bandung
: PT. Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar